
Amanat Pembina Upacara: Menggali Potensi Diri dan Menjaga Etika Siswa
Yang saya hormati Bapak Kepala SMK Negeri 1 Gunung Meriah,
Yang saya hormati Bapak/Ibu Wakil Kepala SMK Negeri 1 Gunung Meriah,
Yang saya hormati Bapak/Ibu Kepala Program Keahlian (Kajur),
Yang saya hormati Bapak/Ibu Dewan Guru beserta staf Tata Usaha,
Serta yang saya sayangi dan saya banggakan, seluruh peserta didik SMK Negeri 1 Gunung Meriah.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi.
Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para petugas upacara hari ini yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya pada upacara bendera, Senin, 12 Oktober 2026. Terima kasih atas usaha maksimal yang telah ditunjukkan. Meskipun tentu masih ada sedikit kekurangan atau kesalahan yang wajar terjadi pada setiap petugas, saya berharap ke depannya kelas-kelas lain yang mendapat giliran dapat menampilkan yang lebih baik lagi.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas sedikit tentang Potensi diri pada siswa-siswi SMK Negeri 1 Gunung Meriah. Apakah kalian sudah mengetahui potensi apa yang ada di dalam diri kalian? Jika belum, cobalah cari dan kenali apa passion atau hal yang kalian sukai.
Potensi diri itu bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara satu di kelas atau siapa yang paling pintar. Potensi diri yang saya maksud mencakup banyak hal, seperti kreativitas kalian dalam mendesain logo, ketelitian dalam membongkar dan merawat mesin, atau ketelitian serta kreativitas dalam mendesain interior untuk jurusan DPIB.
Ada ungkapan bijak yang menyatakan bahwa "Pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar." Maksudnya, ketika kita sudah menemukan potensi diri dan mengasahnya dengan baik—dimulai dari sekolah kita ini, SMK Negeri 1 Gunung Meriah, hingga ke depannya—maka saat memasuki dunia kerja kelak, kalian akan merasa senang dan happy jalani pekerjaan tersebut tanpa merasa terbebani.
Lalu bagaimana cara mengenali potensi diri sendiri?
Fokus pada kelebihan diri kalian.
Jangan mudah terpuruk atau berkecil hati saat melakukan kesalahan.
Bengkel dan laboratorium di sekolah ini adalah tempat kalian ber-eksplorasi, belajar, dan berkembang. Jika membuat kesalahan saat belajar, itu adalah hal yang wajar; itulah gunanya kalian bersekolah. Kami para guru siap mendampingi kalian untuk mencapai cita-cita, serta membina kalian agar menjadi tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja.
Selain itu, hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah kedisiplinan dan sikap (attitude) sebagai bagian dari soft skills kalian. Jangan mentang-mentang masih berstatus siswa, lalu kalian mengabaikan etika dan pembentukan karakter. Jika tidak dibiasakan dari sekarang, kebiasaan buruk itu akan terbawa hingga kalian bekerja nanti.
Saya perhatikan belakangan ini ada kecenderungan menurunnya rasa hormat terhadap para guru. Kami tidak meminta kalian untuk memberi hormat angkat tangan setiap saat, tetapi cukup dengan menjaga attitude, serta menjaga tutur kata yang santun ketika berbicara dengan guru. Itu sudah sangat cukup dan jauh lebih baik.
Ingatlah bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada keberuntungan semata, melainkan pada bagaimana kalian mengasah potensi diri sejak dini hingga kelak siap terjun ke dunia kerja.
Cukup sekian yang dapat saya sampaikan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi.
Bagikan:




