
Alhamdulillahi robbil 'alamin, wa bihi nasta'inu 'ala umuriddunya waddin. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh, la nabiyya ba'dah. Amma ba'du.
Qolallahu Ta'ala fil Qur'anil karim, A'udzubillahi minasy syaitanir rajim. Bismillahirrahmanirrahim. Ya ayyuhalladzina amanuttaqullah wal tandzur nafsum ma qoddamat lighad. Wattaqullah, innallaha khobirum bima ta'malun.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita hamparan nikmat serta menunjukkan kita kebesaran-Nya melalui ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat qauliyah. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang berpikir dan terus mengambil ibrah dari setiap kejadian di hidup kita ini.
Shalawat berangkaikan salam tak lupa pula marilah senantiasa kita sanjung sajikan ke haribaan Nabi Besar Muhammad SAW. Seorang pemuda yang diberikan wahyu untuk membimbing kita supaya kita bisa membedakan yang mana itu hak dan yang mana itu batil.
Kata-kata penghormatan saya, yang saya hormati Kepala SMK Negeri 1 Gunung Meriah, Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Kajur, Bapak/Ibu Wali Kelas, Bapak/Ibu guru hebat, anak-anak didik kami yang luar biasa, semoga kalian tetap mengingat bahwa tujuan kalian di sini adalah untuk belajar dan menimba ilmu.
Bapak, Ibu Guru, anak-anak yang saya banggakan.
Di waktu sebelumnya, Pak Mharis telah menyampaikan bahwa sesuatu yang adil di dunia ini, yang paling adil adalah waktu. Kalau hari ini saya akan mengajak kalian merefleksi atau melakukan self-audit, sebelum Tuhan mengaudit kita, mari kita sama-sama mengaudit diri. Karena adilnya waktulah, makanya bagaimana caranya kita harus spend, bukan waste. Kalau waste itu menghabiskan waktu sia-sia, tapi bagaimana kita bisa menghabiskan waktu supaya kita bisa menjadi versi yang lebih baik daripada hari ini.
Tapi sebelumnya, untuk petugas hari ini, kalian sudah berusaha, kalian bisa merasakan kira-kira apa yang perlu kalian perbaiki di kesempatan selanjutnya. Teruslah belajar, hari ini dijadikan sebagai evaluasi supaya ke depannya kamu bisa maju, menampilkan sesuatu yang lebih baik.
Ada tiga pertanyaan yang harapannya itu bisa mengaudit diri kita:
1. Who am I? (Siapa diri kita?)
Siapa diri kita? Kalau kalian anak-anak Ibu, pertanyaan yang pertama ini berkaitan dengan you are not ordinary student. Kamu itu bukan siswa biasa. You are not reserve player, kamu bukan pemain cadangan. Artinya apa? Kamu memiliki skill kemampuan yang harus kamu kembangkan. Bakat kamu itu belum semuanya muncul, jadi bagaimana kamu berusaha untuk memunculkan itu melalui program pembelajaran yang sudah disusun rapi di sekolah ini.
2. Kamu adalah aset masa depan industri.
Kalau kita berbicara tentang aset, itu berbicara tentang sesuatu yang luxury, bukan sesuatu yang biasa saja. Karena dari awal tadi sudah saya sampaikan bahwa you are not ordinary student. Kamu bukan siswa biasa. Kenali, kamu punya kemampuan dan kamu adalah aset di masa depan. Apa yang kamu lakukan, berarti kamu harus memiliki skill yang baik dan juga academic performance yang baik. Skill tanpa academic performance, itu berarti kamu belum sempurna.
3. Self-awareness (Kesadaran diri).
Kita menyadari bahwa diri kita itu siapa. Panjenengan sinten, kamu itu siapa. Jangan sampai rasa malas, kemudian keegoisan kamu, pengaruh lingkungan ataupun pergaulan kamu yang destruktif itu menjadikan masa depan kamu porak-poranda. Hidup sekali, jadilah sesuatu yang spesial.
Pertanyaan yang kedua adalah, where are you from? (Kamu dari mana?)
Kalau Ibu tanya ke kalian, kalian dari mana, kira-kira jawabannya apa? Jawabannya apa? Dari rumah, benar.
· Pertama, berkaitan dengan asal-usulmu (your origin), akar keluarga kamu. Kamu sampai di sini itu atas campur tangan keluarga kamu. Orang tua kamu di rumah bersusah payah sampai menampilkan kamu di sini dengan baik. Kamu dibekali, bukan hanya uang jajan, tapi kamu sudah dibekali hal-hal yang harapannya menjadikan kamu di sini adalah anak-anak yang baik. Jadi ingat perjuangan orang tua kamu. Ibu menyampaikan ini 1.000 kali, kalau kamu tidak ada ketegasan dalam diri kamu sendiri, itu enggak akan berubah. Karena sesungguhnya perubahan itu ada di diri kamu.
· Kedua, ini berkaitan dengan kita ini adalah orang Timur, budaya kita. Westernisasi masuk, tapi kita harus punya keistiqamahan. Bukan yang hadir itu artinya merubah, tapi jadikanlah apa yang bisa kamu buat menjadi kesempatan. Contohnya bahasa. Kamu berbahasa Inggris tidak harus merubah penampilan kamu menjadi orang Barat. Gaya bicara kamu, sopan santun kamu, itu harus dipengaruhi dari mana asalmu—kamu orang Timur. Cara berpakaian kamu. Semua yang ada, globalisasi itu harusnya dijadikan sebagai chance, kesempatan, opportunity. Bukan untuk menjadikan kamu berubah, berarti kita kalah dong. Kenapa tidak itu kita jadikan kesempatan? Supaya kamu bisa membaca banyak literatur. Karena kamu tahu bahwa teknologi saat ini, bahasa Inggris itu merupakan bahasa default. Bahasa yang bisa kamu lihat kalau untuk yang di DKV, komputer itu kalau tidak kamu ubah ke dalam bahasa Indonesia, bahasa default-nya adalah bahasa Inggris. Itu jadikan kesempatan, bukan harus merubah hidup kamu menjadi seperti mereka. Kita harus pertahankan.
· Selanjutnya adalah SMK kita tempat kamu belajar. Jadikan ini sebagai kawah candradimuka. Seorang kesatria yang sedang ditempa untuk menjadi orang-orang yang profesional. Tidak ada kesatria yang malas, tidak ada kesatria yang menunggu nanti dulu baru mengerjakan. Kalau bahasa Jawa, yang malas itu namanya bukan kesatria, tapi kasetria (kaset artinya malas). Jadi kamu tinggal pilih mau jadi apa. Tidak ada yang enak. Kamu ditempa di sini, banyak hal yang harus kamu lakukan. Terkadang gurumu sedikit agak menaikkan oktafnya untuk memberikan kamu instruksi karena di awal mungkin kamu belum memahami. Kamu harus terus berlatih. Bayangkan kesatria di zaman dahulu itu enggak ada yang santai, malah mereka bertapa. Sekolah ini tidak menyuruh kamu untuk bertapa, hanya mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan Bapak/Ibu guru.
Yang terakhir, ini yang paling penting: Where am I supposed to go?
Setelah ini kamu mau ke mana? Sudah ada rencana? Berarti belum banyak yang punya rencana. Sebutnya ikuti alur, ikuti arus. Kalau arusnya tsunami, kamu ikuti? Terpental kamu.
Jadi dalam mengingat masa depan:
· Yang pertama adalah bagaimana kamu mengingat apa yang sudah kamu lakukan di masa lampau. Apakah waktu itu kamu habiskan lebih banyak untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, atau hal-hal yang menjadikan nilai diri kamu itu semakin tinggi. Yang bisa jawab itu, kamu.
· Yang kedua adalah optimalisasi diri dan kemampuan kamu. Kenapa banyak orang yang melamar pekerjaan tapi dikembalikan lagi CV-nya? Karena orang tersebut belum memahami apa skill-nya, apa kompetensinya. Kalau kamu jurusan Motorcycle Engineering, kalau mau jadi SA (Service Advisor), you should have excellent communication. Kamu harus bisa berkomunikasi dengan baik karena tugas kamu yang pertama adalah handling customer. Kalau kamu tidak bisa berkomunikasi, berarti enggak bisa kamu jadi Service Advisor. Begitu juga Architect, you should have competency how to draw in two or three dimensions of the building design. Jadi kamu harus bisa gambar. Kalau enggak bisa gambar, enggak laku kamu jadi arsitek. Paham?
· Yang terakhir berkaitan dengan plan rencana kamu di masa depan. Tentukan apakah setelah ini kamu langsung enter to the workforce (masuk menjadi tenaga kerja)? Kira-kira kamu bayangkan kamu sudah layak untuk menjadi tenaga kerja handal atau profesional? Kalau belum, berarti sadar kalian. Apa yang harus kamu lakukan saat ini? Atau mungkin kamu mau jadi entrepreneur, membuka lapangan kerja sendiri, sudah cocok kamu merekrut employee (tenaga kerja)? Belum. Yang ketiga, you continue your study or going to the university, kamu mau melanjutkan pendidikan kamu untuk meningkatkan academic performance kamu.
Anak-anak Ibu, ayat yang tadi Ibu bacakan di awal sebagai prolog, terdapat dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:
Bismillahirrahmanirrahim. Ya ayyuhalladzina amanuttaqullah wal tandzur nafsum ma qoddamat lighad, wattaqullah innallaha khobirum bima ta'malun.
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, karena setiap diri seharusnya melihat apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Wattaqullah, bertakwalah kepada Allah, innallaha khobirum bima ta'malun, sungguh Allah Maha Teliti terhadap apa yang telah kamu lakukan.
Kita hidup di dunia ini bukan hanya secara horizontal, tapi yang paling penting adalah secara vertikal. Kamu sudah taat kepada Tuhanmu, artinya kamu akan mengikuti perintah-Nya. Hormat kepada gurumu, kenapa kamu hormat? Karena kamu tahu itu salah satu perintah dari Tuhan kita.
Anak-anak Ibu, kalau kamu ingin sukses tapi kamu tidak berusaha, itu seperti segitiga dan segi empat yang mencoba untuk menjadi lingkaran.
Sekian dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan. Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bagikan:




