SMKN 1 GUNUNG MERIAH

SMKN 1 GUNUNG MERIAH

Sekolah Unggulan

Beranda
Tentang SMK Visi Misi Download Logo
Berita
Ujian
Galeri
Kelola Website
Beranda
Profil
Tentang SMK Visi Misi Download Logo
Berita
Ujian
Galeri
Kelola Website
SMKN 1 GUNUNG MERIAH

SMKN 1 GUNUNG MERIAH

Sekolah Unggulan

Kontak Kami

  • RIMO- SINGKIL KM.5, Aceh Singkil
  • info@sekolah.sch.id

Media Sosial

© 2026 SMKN 1 GUNUNG MERIAH. Hak Cipta Dilindungi.

    Upacar Bendera, 26 Oktober 2026, Oleh Sri Rahmanita, S.Pd

    Berita Umum26 Oktober 20265 kali dilihat
    Upacar Bendera, 26 Oktober 2026, Oleh Sri Rahmanita, S.Pd

    Amanat Pembina Upacara: Kekuatan Pikiran, Disiplin, dan Teori Molekul Air

     

    Robbisyrohlii shodrii, wa yassir lii amrii, wahlul 'uqdatan millisaanii, yafqohuu qoulii

    Yang saya hormati:

    • Kepala SMK Negeri 1 Gunung Meriah beserta Wakil Kepala Sekolah,
    • Bapak/Ibu Dewan Guru beserta staf tata usaha,
    • Serta siswa-siswi SMK Negeri 1 Gunung Meriah yang saya banggakan dan saya sayangi, yang pada hari ini telah hadir mengikuti upacara.

    SMK? Bisa!

    SMK? Hebat!

    SMK? Luar biasa!

    Baik, terima kasih.

     

    1. Evaluasi Pelaksanaan Upacara

    Langsung saja, amanat saya pada hari ini yang pertama adalah ingin mengoreksi petugas maupun peserta upacara yang hari ini melaksanakannya.

    • Kondisi Cuaca & Petugas: Mengingat kondisi cuaca yang agak mendung, untuk pembacaan Al-Qur'an perlu saya koreksi. Bukan berarti saya tidak ada niat untuk apa-apa, tapi nak, tolong belajar lagi bagi yang bertugas membaca Al-Qur'an tadi. Saya yakin hampir semua hafal ayat 1 sampai 5 surat Al-Baqarah, namun tadi bacaannya lari sekali. Itu yang pertama.

     

    • Petugas Lain: Untuk pembawa bendera, pembaca Undang-Undang, dan lainnya, kesalahannya hanya sedikit dan minimalis, bisa diminimalisir. Mungkin karena cuaca agak mendung sehingga benderanya kurang naik sedikit, dan waktu lagu kebangsaan sudah berakhir mungkin dia kurang konsentrasi.

     

    • Kedisiplinan Petugas: Yang kedua, untuk petugas upacara hari ini terlambat hadir. Kenapa? Mungkin karena cuacanya mendung atau dia tidak tahu tanggung jawabnya hari ini. Coba ini diperbaiki nak untuk ke depannya. Sejak SMK ini berdiri, itu saja yang selalu dinasihati oleh guru di depan sebagai pembina upacara dan petugas upacara: datang terlambat, kadang salah yang kelas 11. Kalau kelas 10, oke, mungkin karena dia baru pertama kali menyesuaikan dengan upacara bendera yang ada di SMK ini. Tapi kalau kelas 11, saya rasa kesalahannya harus diminimalisir, apalagi tanggung jawabnya. Kalau memang sudah tugasnya hari Senin, datanglah lebih cepat. Saya sering berpapasan dengan yang naik kereta (motor) pagi, saya sudah pagi ngebut lagi, dia sudah lama ada yang pagi tapi datangnya masih juga terlambat, karena tidak ada kesadaran di dalam dirinya terhadap tanggung jawab.

     

    • Ke depannya tolong diperbaiki, kalau tidak nanti akan diberi sanksi atau konsekuensi karena sudah berulang-ulang tiap minggu itu-itu saja. Arahan Kepala Sekolah akan dicatat yang tidak hadir hari ini—mungkin nanti itu tugasnya dari Pembina OSIS, Bu Sari. Kalian terimalah sanksi dan konsekuensinya yang tidak melaksanakan tugas sebagai peserta upacara pada hari ini.

     

     

    2. Informasi Utama: Teori Molekul Air dan Kekuatan Stimulus Positif

    Langsung ke inti acara. Pada hari ini saya ingin memberikan informasi, wawasan, atau pengetahuan. Karena orang yang berilmu pengetahuan belum tentu berwawasan, tapi orang yang berwawasan sudah tentu berilmu pengetahuan.

    Yang ingin saya sampaikan pada hari ini adalah tentang teori molekul air dari seorang ilmuwan Jepang bernama Dr. Masaru Emoto.

     

    Air dapat merespon, merekam energi, emosi, kata-kata, musik, dan pikiran yang ada di dalam diri manusia.

    Sebagai contoh, beliau melakukan penelitian pada awal tahun 2000-an:

    • Kalian ambil dua cawan isi air, beri label pada air itu satu positif dan satu negatif, simpan di tempat terpisah.
    • Yang satu diberi afirmasi dengan kata-kata yang positif berulang-ulang kali (nanti kalian pulang sekolah silakan dicoba).
    • Yang satu lagi diberi kata-kata negatif, stimulus yang negatif ("Bodoh aku benci kamu"), kalian lihat nanti perubahannya.

     

     

    Dr. Masaru Emoto mengatakan:

    • Air dengan stimulus positif akan merubah struktur kristalnya menjadi lebih dinamis, lebih stabil, seperti berlian, berbentuk heksagonal.
    • Sementara air dengan stimulus atau rangsangan negatif—apalagi dengan musik-musik dugem, musik rock, metal—itu mengubah struktur kristal airnya menjadi terfragmentasi (terpecah-pecah), tidak karuan, berbentuk acak, malah seperti setan.

     

    Hubungannya dengan Kita sebagai Manusia

    Hubungannya dengan kita sebagai pelajar dan manusia, makanya di dalam agama (khususnya Islam) ada air doa, air zikir. Sebelum kamu minum nak, kamu membaca doa (Bismillah). Sebelum ada yang kesurupan, dikasih air doa, dikasih air zikir, tenang dia. Kenapa?

    Karena 50 sampai 70 persen yang ada di dalam tubuhmu itu adalah air, walaupun kadar airnya berbeda-beda dari bayi, anak-anak, dewasa, remaja, sampai manula.

    Jadi hubungannya dengan kamu sebagai pelajar hari ini adalah stimulasi dirimu dengan hal-hal yang positif, mulai dari kata-kata dan pikiran. Hubungannya dengan petugas upacara hari ini: kalau kamu tadi malam sudah meniatkan di pikiranmu, "Aku besok sebagai petugas upacara, aku harus datang lebih cepat, aku sudah latihan, aku sudah membaca berulang-ulang, sayang sekali kalau aku tidak dapat melakukannya," pasti yang terjadi akan terlaksana. Itu bukan omong kosong, itu teori ilmiah.

    Kalau dari spiritualnya dalam agama, kita akan mengucapkan kata-kata yang kita ucapkan karena kata-kata itu doa. Kamu ingin pintar, berdoa, berdoa, berdoa, minta, terkabul. Itu semuanya relate, ilmiah dengan spiritual. Jadi jangan sepele.

    Contoh kecilnya saja dari sekarang: kamu pergi dari rumah, salam orang tuamu, berdoa, "Ma, aku pergi". Orang tuamu mengucapkan kata-kata yang baik, "Ma, hati-hati di jalan". Positif kan? Itu afirmasi. Kamu itu sudah distimulasi, dirangsang, dipacu—kalau dalam istilahmu itu di-push rank energi molekul air, kristal air yang ada di dalam tubuhmu sehingga dia lebih dinamis, lebih indah, berpengaruh ke kamu.

    Pula sampai di sekolah, kamu tidak terlambat, masuk ke kelas, guru masuk, berdoa, berdoa yang baik sebelum belajar. Ini ada yang berdoa, "Bismillahirrahmanirrahim...", kok berdoa berdoa nak? Ada yang culas, tekun sekali berdoa. Alhamdulillah dapat dia pelajaran hari itu. Seriang dia. Ini berdoa, apa yang dipikirkan dia? Mungkin pikirkan makanan, MBG, atau apa lah, nggak ngerti saya. Berdoa yang benar.

    Jadi jadikanlah stimulus dalam dirimu menjadi hal yang positif. Kurangi kata-kata yang tidak baik. Ini saya lihat sedikit enggak ada guru, lengah, atau kelas kosong, semua kebun binatang diucap, dari anak-anaknya sampai mama-mamanya diucap. Itu jadi stimulus bagimu, jadi kok nggak positif, disaster namanya.

    Afirmasi dirimu nak, afirmasi dirimu dengan stimulus yang positif karena sebagian besar tubuhmu itu adalah air. Makanya sebelum minum, sebelum makan, baca doa, baca Al-Qur'an untuk yang beragama Islam, salat nak. Semuanya nggak lepas yang namanya ilmiah dari spiritual. Salat, kalau memang waktunya salat, salat. Biar terstimulus lagi kristal air yang ada di dalam tubuhmu itu positif. Kalau terus-menerus continue secara terus-menerus dilakukan, apa yang kamu doakan, kamu harapkan pasti berhasil.

    Itu bukan hanya kata-kata Dr. Masaru Emoto, itu penelitian beliau, itu juga kata-kata janji Allah: setiap yang berdoa, berusaha, pasti berhasil karena tidak ada kerja keras yang mengkhianati hasil.

     

    Pesan Penutup untuk Siswa

    Dari sekarang, stimulus dirimu, rangsang dirimu, pacu dirimu dengan hal-hal yang positif, khususnya bagi petugas atau peserta upacara untuk minggu-minggu selanjutnya. Tanaman dalam dirimu: "Aku bisa, aku pintar, aku cantik". Kalau ada yang memberi sesuatu terima kasih, Anda baik, afirmasi dirimu.

    Jangan sibuk nanti dibilang, "Ah, kau bumbu, aborob, culun tali, bajumu masukkan". Waduh, itu terlalu memikirkan orang. Hidup itu nggak usah memikirkan kata-kata orang. Apa maumu, apa bakatmu, apa keinginanmu? Kalau orang ngomong, kau terus berhenti, dia berhasil. Tapi kalau dia ngomong mau dia mimbing mau apa, nanti kalau sudah capek dia berhenti sendiri, sama kayak orang mengganggu kan. Jangan entok-entok apa segala membuat kebisingan, mengganggu. Sok, kalau sudah capek dia berhenti.

    Jadi jangan pedulikan apa kata temanmu, apa kata lingkunganmu yang memengaruhi untuk harum guru. Stimulus nak, stimulus dirimu dengan hal yang positif. Insyaallah pelajaran berhasil, kamu sukses, kamu mendapatkan apa yang kamu cita-citakan, mendapatkan keinginanmu, dan orang tuamu senang karena sesuai yang diharapkan. Itu untukmu semua, kau dan keluargamu. Kalau kami berhasil, kami bangga sebagai guru. Walaupun dengan mungkin berbeda-beda karakter setiap guru, ada yang harus tegas, ada yang harus keras, itu harus kalian maklumi. Karena ada karakter itu yang memang harus dengan ketegasan, ya. Kalau mungkin dengan hal-hal yang biasa mungkin dia kurang sigap, tapi kalau dengan tegas, mungkin dia lebih sigap lagi.

    Oke, mungkin itu aja yang bisa Ibu/Bapak sampaikan pada hari ini. Informasi ini semoga bermanfaat untuk kita semua ya. Nanti kalian terapkanlah pada diri kalian atau kalian praktekkan dua jenis cawan tadi, kalian coba ya. Itu sama dengan dirimu, kalau afirmasi dengan positif, pasti hasilnya akan positif.

     

    Demikian, kalau ada yang salah dan kurang saya minta maaf. Billahi taufiq wal hidayah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

     

    Bagikan:

    Kembali ke Berita
    Berita SebelumnyaUpacara Bendera, 12 Oktober 2026, Oleh Yustika Adella, S.Pd

    Berita Terkait

    Upacara Bendera, 12 Oktober 2026, Oleh Yustika Adella, S.Pd
    Berita Umum
    12 Okt 2026

    Upacara Bendera, 12 Oktober 2026, Oleh Yustika Adella, S.Pd

    Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Memperkuat Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran
    Berita Umum
    08 Okt 2026

    Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Memperkuat Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran

    Upacara Bendera, 5 Oktober 2026, Oleh Sanny Rahmadani Siregar, S.Pd
    Berita Umum
    05 Okt 2026

    Upacara Bendera, 5 Oktober 2026, Oleh Sanny Rahmadani Siregar, S.Pd

    Upacara Bendera 28 September 2026, Oleh Muhammad Syahril Pulungan
    Berita Umum
    28 Sep 2026

    Upacara Bendera 28 September 2026, Oleh Muhammad Syahril Pulungan